Friday, 30 August 2013

A Letter To Mom

Dear Mom,
Dhy kini sudah dewasa
Sudah ingin menentukan jalan hidup sendiri
Yang tentunya Mom mengerti Dhy mengerti
Bahwa Islam lah dasar segala tindakan
Seperti yang selama ini selalu Mom tanamkan

Mom,
Dhy sudah menetapkan hati pada satu lelaki
Yang mungkin tidak pernah Dhy bayangkan sebelumnya
Yang mungkin bukan tipe menantu ideal bagi Mom
Tapi Dhy yakin merupakan pendamping hidup yang ideal
Dia memang bukan prince charming
Dia bukan dari suku yang terkenal sebagai pekerja keras juga santun yang mungkin dibuat-buat
Dia bukan orang kalem yang biasa menyembunyikan perasaannya

Tapi Mom,
Lelaki itulah yang Dhy butuhkan dan inginkan menjadi pasangan hidup
Lelaki yang mencintai Dhy karena Allah
Lelaki yang dengan pengetahuan dan pengamalan agamanya Dhy yakin sanggup mengimami dunia akhirat
Lelaki yang dengan apa adanya dia mampu membuat Dhy senantiasa merasa nyaman
Lelaki yang mampu membuat Dhy merasa sempurna
Lelaki yang bisa mengkoreksi saat Dhy khilaf, tanpa menyalahkan
Lelaki yang dari awal kedekatan berani menyatakan komitmen
Bahkan berani menyatakannya diawal pertemuan dengan Mom dan Papa
Yang mungkin sedikit mengejutkan Mom atas tindakannya itu

Mom,
Maaf jika kita sempat berbeda pendapat dalam hal ini
Maaf jika Mom merasa Dhy mengacuhkan kata2 Mom
Tapi percayalah, Dhy mengerti perasaan Mom
Dhy berjanji akan bahagia bersamanya
Kami akan berkecukupan dengan karunia yang Allah janjikan
Kami akan termasuk golongan yang berhak ditolong Allah
Karena melaksanakan salah satu sunnah nabi-Nya yang utama

Semoga Mom bisa mengerti dan mengizinkan
Untuk segera menggenapkan separuh Dien ini bersamanya
Karena itulah kebaikan yang sangat dianjurkan oleh agama ini
Karena Dhy tidak ingin membuang waktu untuk hal-hal yang sebenarnya bisa bernilai pahala
Dan karena Dhy juga ingin keturunan Dhy nanti bisa dibesarkan
bersama-sama dengan Ibu terbaik yang pernah Dhy miliki.

 
With love,


 

Dhy_
Read more -

Tuesday, 23 July 2013

Bidadari Untuk Udin

Flashback tepat satu tahun yang lalu. Saat terbangun di tanggal 23 Juli, seseorang yang jauh disana memberi kabar ada hadiah yang sudah dia siapkan untukku di blognya. FYI, blog tersebut sekarang sudah gak ada, RIP karena ulah orang gak bertanggung jawab. Alhamdulillah 'hadiah' darinya sudah dicopy dan akan diposting ulang disini, dengan judul dan isi yang sama. Ditambah beberapa comment dari aku gakpapa yaa :D

Long time no write.. And now I'm gonna telling you guys about a couple. Love between a superfamous girl and a messy boy. I know it sounds like another million romantic love story, but it's different for me. Yeah, for me. And you, off course.. ^^
Kata superfamous sepertinya berlebihan.. But it's oke. I used to be that way, indeed :p

Dulu mereka sangat sering ketemu, bahkan mungkin setiap hari. Karena satu Fakultas, satu Program Study, tapi beda kelas. Setelah lulus kuliah duluan, Nisa kerja di satu perusahaan tambang BAPAO group. Kelak perusahaan inilah yang bikin Nisa ketemu lagi dan jatuh cinta sama Udin yang berantakan luar biasa.
Our company name dipelesetkan. LoL!

Nisa. Cewe cantik, pinter, anggota keluarga mahasiswa muslim, asisten dosen, wah pokoknya idola kampus lah. Gatau deh ni cewe pas dalem kandungan mamanya ngidam apa sampe tokcer begitu bentuknya. Setiap laki-laki di kampus pasti kenal dan mengidolakan dia. Kalo kata anak-anak sih Nisa itu bukan calon pacar tapi masuk kriteria calon istri yang sempurna. Yeap, semua laki-laki pasti setuju. Termasuk Udin.
*blushing*

Udin. Seorang cowo tulen dibesarkan di satu pulau kecil berjudul honoguagua dalam sebuah keluarga banjar yang islami, tidak tampan, berperawakan kutilang, gokil dan humoris, pandai bergaul, hobi sepakbola, renang, bilyard, catur, nonton film, dengerin musik, sampe berantem. Udin tipe cowo cuek dan urakan. Saking cueknya, dia gatau kalo banyak cewe yang suka. Tsahh.
Paragraf ini 'menjual' sekali yak, nice move!
  
Udin menganggap Nisa kayak bidadari di surganya nanti. Sejak dulu, sejak pertama kali melihatnya. Waktu itu bagi Udin, Nisa hanya bisa diimpikan tapi ngga akan pernah bisa didapatkan. Kenyataannya, Nisa juga seorang gadis biasa yang juga memimpikan bisa mendapatkan seorang pria utama yang bisa menjadi imamnya kelak.

Nisa yang aktif di organisasi maupun kuliah berbanding terbalik dengan Udin yang pasif. Nisa yang populer dan dikejar-kejar berbagai jenis lelaki baik yang buas maupun yang akhi-akhi berbanding terbalik dengan Udin yang hanya sibuk dengan dunia pergaulannya.
Hmm.. emang berbahaya sekali masa2 itu. Alhamdulillah masih dalam perlindunganNya :)
Intinya dulu Udin minder dan keki buat mendekati Nisa. Tak pantas lah. Seringkali Udin berpapasan dengan Nisa di kampus, tapi Udin pasti akan memilih jalan yang lain karena dengan senyuman manis dipadu ama kata sapa "hai" aja pasti bakal bikin Udin meriang seharian. Udin hanya bisa mengagumi dari jauh, mendengar cerita-cerita tentang Nisa, bahkan cuman bisa nyimpen satu-satunya foto Nisa pemberian dari temen sekelasnya. Kelak Udin menyesali satu hal, kenapa gak dari dulu Udin mendekati Nisa.
Allah menetapkan segala sesuatu indah pada waktunya. Maha suci Allah yang telah menunjukkan jalanku kepadamu :)
Seperti yang udah gue ceritain sebelumnya, Udin dan Nisa bergabung di perusahaan yang sama namun berbeda lokasi kerja.

Waktu itu siang hari, Udin baru balik dari lapangan. Di office sambil minum chococcino, Udin menerima chat di Ym!

Nee_Sha@yahoo.com : Aslkm. Udin, lagi di site kan ? Aku minggu depan mau kesana, ada project. ^^

udin@yahoo.com : Wass. Owh mau kesini. sip sip, ada Gepe juga disini kan jadi banyak temen. Bang Adon sama Mba Yessi juga ada.
Nama2 teman kampus dulu juga dipelesetkan demi kenyamanan yang bersangkutan :D

Nee_Sha@yahoo.com : Iyaa, cuman mau mastiin temen-temen yang ada disana, siapatau diajak jalan2. :D

udin@yahoo.com : Wahahaha, okesip ditunggu deh. :)


Seminggu kemudian tim dari Nisa dan temen-temennya dateng ke lokasi Udin. Dan untuk pertama kalinya Udin ketemu lagi sama Nisa setelah sekian lama. Nisa lebih kurus sekarang, lebih tenang, lebih dewasa. Udin udah ngga meriang lagi kok, tapi tetep masih malu-malu meong. Selama Nisa disana, mereka ga pernah jalan, makan bareng, atau apalah yang biasa orang-orang lakukan pas pedekate. Mereka hanya bertegur sapa dan saling bercerita via Ym!.
Thanks to Yahoo Messenger! Karena saat itu kita emang gak punya nomer hape masing2 :p 

Setelah itu mereka intens bertukar pemikiran, sharing dalam hal apapun, iya mereka cocok. Ketika Nisa akan umroh bersama keluarganya, dia sempat pamit sama Udin. Udin pun hanya bisa titip doa disana, syukur-syukur dibawain air zamzam (ternyata Udin dikasih gantungan kunci ka'bah). Di bulan itu juga Udin kehilangan wanita yang paling dicintainya di muka bumi. Mama Udin hanya berpesan, lekaslah menikah supaya ada yang mengurusmu, siapapun gadis pilihanmu, Mama restui asalkan Muslimah dan sayang kepadamu. Ngga ada wanita lain yang bisa Udin bayangkan untuk jadi istrinya selain Nisa. Sejak itu Udin serius dan bertekad untuk menikahi Nisa.
*Happy *sad *melting 


Udin menyatakan segala hal yang ada dalam hatinya kepada Nisa. Tentang kehidupannya, tentang rencananya, tentang masa depannya. Nisa tentu sadar dengan segala pertimbangannya baik dari segi agama, keluarga, sifat, fisik, dan lain-lain untuk menerima atau menolak Udin menjadi calon imamnya.



Udin dengan segala bekal yang dimilikinya telah menetapkan hati untuk Nisa seorang, menjadi imam baginya, pelindung, teman dalam keadaan apapun serta menjadi teladan bagi anak-anak mereka nanti. Udin telah menetapkan hatinya akan mengambil tanggung jawab atas Nisa dari orangtuanya baik di dunia maupun untuk akhiratnya.
*speechless*

Insya Allah. Apapun itu jika atas dasar niat untuk menjalankan perintah Allah, pasti akan dimudahkan dan dilapangkan jalannya. Mintalah kepada-Ku kata Allah, maka niscaya akan Kuberi. Karena Allah maha pengasih dan maha penyayang, hanya kepada-Nya lah kita berserah diri, berdoa dan meminta pertolongan.


Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi kalian biar ngga cuman ngejar bidadari buat dunia, tapi juga buat akhiratmu.

Dedicated to DYD, Ana Uhibbukhi Fillah. :)

Happy birthday. Barakallah umurnya, selalu diberikan kesehatan, hidayah, dan iman yang kuat, rizki yang lancar, membanggakan orangtua, dan menjalani serta menikmati hidup di jalan-Nya. Aamiin ya Robb.
..Then I relized he is the one..
Ana Uhibbuka fillah,




Dhy_ 
Read more -

Monday, 1 July 2013

Allah Knows Best

اللهُÙ…َّ لا سَÙ‡ْÙ„َ إلا Ù…َا جَعَلتَÙ‡ُ سَÙ‡ْلا Ùˆَ أنتَ تَجْعَÙ„ُ الحزْÙ†َ إذا Ø´ِئْتَ سَÙ‡ْلا
“Allahummaa laa sahla illa ma ja’altahu sahla, wa ‘anta taj-alul hazna idha shi’ta sahla..”
 
“O Allaah. There is nothing easy except what You make easy, and You make the difficult easy if it be Your Will..”


Allah Maha Berkehendak
Allah Maha Tahu Apa Yang Terbaik bagi hamba-Nya

Apa..

Kapan..

Siapa..

Dimana..

Bagaimana..

Allah bukan tidak memberi
Ia hanya menunda..
Menunda untuk memberi yang terbaik
Seseorang yang terbaik 
Di waktu yang terbaik
Dan Ia tak pernah sekalipun mengingkari janji
 
Just believe in Allah’s perfect timing.


Repost from Meutya-Halida
Be patient,



Dhy_


Read more -

Friday, 14 June 2013

(Alhamdulillah) How Lucky I Am

Berawal dari ditunjuk Khun Chamnahn, big boss di kantor Balikpapan, menjadi delegasi TDS ke 12th Technical Meeting di Jakarta pada pertengahan April kemarin, gw dan Mas Dody janjian ketemuan di bandara Sepinggan. Kita check-in bareng en masuk ke waiting room. Awalnya gw iseng bilang kita tunggunya di executive lounge aja, kan Mas Dody punya kartu kredit, hehe.. Tapi gak usah lah ya, banyak cafe ini disitu.

Kita nunggu di salah satu cafe di waiting room situ. Pas lagi makan, dari jauh kita lihat Pak Yusuf, boss-nya Mas Dody. Gw bilang supaya si bapak dipanggil aja biar kita barengan, tapi katanya gak usah. Yaudah. Ternyata banyak juga orang2 perusahaan yang ambil penerbangan jam segini, berapa kali kita lihat orang site disitu.

Tiba2 Mas Dod dapat telpon, diminta kembali ketempat check in tadi. Nah lo..
Kesana lagi deh dia, gw ndiri tetap disitu. Gak lama kemudian dia balik, katanya kita dipindah ke Executive Class. Horraayy.. \(^o^)/



So dengan hati riang gembira kita tinggalin cafe tadi dan melangkah ke executive lounge-nya Garuda. Kesampaian juga masuk kesitu, alhamdulillah yah rejeki kita ^_^
Udah last minute sih, jadi cuman sempat ambil sedikit makanan :p
Oia, untung yah gak jadi barengan sama Pak Yusuf tadi, hihihii..

Terusnya kita dipanggil boarding. Kalo economy class diantar pakai kendaraan semacam bus trans jakarta, kita diantar pakai mobil jenis MPV yang udah dimodif dalemnya ada sofa bentuk letter L. Gak lama kita sampai di dekat pesawat. Dari dalem mobil gw lihat Khun Jamon, boss gw, turun dari bus. Eaa.. gak enak kan kalo doi lihat gw keluar dari mobil khusus penumpang executive. So gw bilang ke Mas Dody turunnya ntaran aja sampe si boss kira2 gak bakal lihat kita.

Duduk di kursi executive itu emang nyaman yak, pesawat tipe air bus pulak. Luaass.. bisa guling2 di lantainya, kalo gak malu.. (._.) (|:) (.-.) (:|) (._.)
Begitu ngintip ke bagian economy class.. di barisan paling depan ada Pak Yusuf doong, hehee.. Untung si bapak gak lihat kita :p
Tapi ada sih orang dari site yang kebetulan masuk lewat executive class, tewa' deh kita *nyengir kuda*
Pokoknya penerbangan kali ini subhanallah.. makan enak (lebih beragam jenisnya), tidur enak (bisa selonjoran), toilet enak (gak antri), hohoo..
Sayang gw gak punya kamera, gabisa poto2 deh. Ada sih hape, bisa pake flight mode. Tapi serem ah kalo ngaktifkan. Tapi seperti ini penampakan tempat duduk gw, dipojokan en dekat jendela. Taken from google nih.


Safely landing at CGK. Waktu jalan ke tempat bagasi, ketemu lagi sama Pak Yusuf. Kita bilang deh tadi duduk di executive class, hehee.. peace pak ^_^v
Selanjutnya kita bareng bertiga ke hotel. Kalo biasanya pakai blue bird, kali ini karena bareng boss, naik silver bird taxi.

Sampai di hotel Grand Mercure di daerah Harmoni, dipersilahkan langsung ke lantai 2, tempat registrasi awal peserta Tech. Meeting besok. Deg2an juga awalnya nyari nomer kamar, smoga dapat temen sekamar yang asik. Karena ini hotel bintang 5, level supervisor atau section chief seperti gw en Mas Dod ini kudu pakai kamar yang isinya 2 orang. Mas Dod sekamar sama orang site, gw dapat kamar sendiri doong, walopun twin bed. Kata panitia sih cewek yang datang ke event kali ini sedikit. So gw rencana panggil sista Dea yang di Bandung kesini. Asiiikk..!!

Gw dapat kamar di lantai 18. Begitu masuk lil bit surprise, kamar mandinya transparan! Gw pikir okelah buat kamar kingsize bed yang biasanya untuk couple, tapi kalo twin bed dapat begini juga kan aneh yak :-|

Transparent bathroom
Malemnya 'menggembel 'di Plaza Indonesia. Tadinya mau ke Gandaria City, tapi pas liat Google Map jauh juga, so ke PI deh. Masuk ke PI bikin gak percaya kalo Indonesia tuh negara yang rakyatnya makan subsidi gede, soalnya yang keliatan orang2 tajir semua. Ckckckk *tutup muka*

2 hari di Technical Meeting gw jadi pendengar yang baik, dengerin orang2 hebat presentasi. Someday I'll be there, insyaAllah ;)


Oiya, setiap akhir presentasi kan ada quiz-nya. Kita jawab pake alat voting gitu. Akhir acara baru diumumkan siapa 2 terbaik yang bakal bawa pulang kamera en BB. Dan jeng..jeng..jeng.. gw dapet kamera! Yeaayy \(^o^)/
Jadi inget wishing gw pas di pesawat kemarin.. now it comes true! Alhamdulillah.

2nd-best-one prize

Oiya, sista Dea gak jadi dateng. Sibuk ngerjain TA doi. Gak ngerasain deh mandi di kamar mandi transparan #penting, gak ikutan makan2 di PlaNgi a.k.a Plaza Semanggi, atau belanja2 di Tanah Abang diaa.
Eh tapi khusus yang ke TaBang cukup sekali itu deh, gak lagi2 kesana.. not worthy -_-
Next time mbak kesana lagi kita maen di PIM aja lagi ya de', yang penting sekarang kudu semangat bikin TA-nya biar cepet kelar en jadi ST, hohoo.. Aamiin.

Ngomong2 tentang TaBang, gw jadi inget pas telponan sama bestie :
"Gak mau lagi ke TaBang, ricuh bener", gw ngedumel.
"Waah, padahal aku pengen ajak kamu kesana lagi nanti.."
"Yeee.." ngeselin kan kata2nya >.<
"..tapi kalo emang gak mau ke Tanah Abang, kita ke Tanah Suci aja gimana?", lanjutnya.
Hahaa.. romantis ngaco'nya keluar.
"Pilihan yang mudah", gw jawab se-diplomatis mungkin sambil nahan ngakak.
Manusia satu itu emang selalu punya cara bikin gw ketawa. 
So dari setiap keberuntungan dalam hidup gw, he's one of them.
Thanks Allah I found him. Thanks for restoring my faith, dear you..*emot lope2*



Lucky Me,



Dhy_

Read more -

Monday, 6 May 2013

Bandung I'm in Love

Tengah April kemaren... CUTIIII...!! \m/
Pas2in jadwalnya ade Aby libur UN juga siih.. biar bisa ngabur ke Bandung bareng Mama Papa, sekalian nengokin si ade Dea juga ^^
2 malem pertama nginep di Wisma PU daerah Riau. Gak rekomen lah buat keluarga, gegara udah terlanjur book aja jadi betah2in disana.
Hari pertama seharian main di Trans Studio, dari baru buka sampe mau tutup. Jangan mau rugi pan masuknya 150rebu per orang, haha..


Hampir semua wahana dicoba. Overall Trans Studio oke, musholanya juga oke *thumbsUp
Eh tapi Papa & Mama dari awal gak ikutan masuk, mereka malah jalan2 ke Pasar Baru. Bagus juga sih daripada mereka mahal2 masuk ke TranStud tapi gak enjoy. Secara dominan wahananya buat 'orang muda' :p

Hari kedua pindah ke Rumah Ebo, letaknya diantara ITB en UnPad. Ni tempat rekomen banget buat keluarga.. bersih, hijau, tenang. Ternyata didepannya ada tulisan Tripadvisor Rated. Sip deh ^^b
Abis pindahan gitu kita jalan2 ke ITB, sambil nunggu Dea yang masih ada kuliah. Sapa tau si Aby jadi kepengenan kuliah disini. Katanya cewek Bandung tu cantek tapi jutek. Bener juga sih, hehee *piss

Hari ini kita mau ke Museum Geologi. Oke deh ni Museum, kelihatan terawatnya. Apalagi di lantai 2-nya, modern gitu. Rekomen banget buat anak2 yang interest ke ilmu2 alam.


Cabut jam 16:00, pas jamnya museum tutup. Asharan di masjid Kementerian ESDM, tepat di sebelah Museum. Anehnya gak ada kotak infaq di masjid situ, udah gak perlu lagi kale yak? hehee..
Setelah asharan kita jalan kaki ke Gasibu, taman di depan Gedung Sate. Lagi ada persiapan acara apaa gitu, pada bangun stand2 jualan. Berhubung laper en lagi rintik2, ngebakso rasanya pas banget yak. Tapi koq rasa baksonya aneh, not recomended :-S

Hari berikutnya sewa mobil plus driver ke Bandung Utara. Start jalan jam 11 #kesiangan
Tujuan pertama ke Bosscha. Rasa penasaran mau pegang2 teleskopnya blom kesampaian, secara pas mau daftar kunjungan kesitu udah full sampai bulan Juni, huhuu T_T
Jadinya cuman poto2 aja di depannya.


Jam makan siang kita dapat rekomendasi dari drivernya makan di RM. d'Seuhah Da Lada Lembang. Oks emang tempatnya, sesuai lah sama harganya :D

Tujuan berikutnya ke Tangkuban Perahu. Jalan ke puncaknya udah bagus sih, tapi tanjakan yang berkelok2 sempat bikin pusing. Pantes Dea suggest sewa driver juga kalo kesini, emang bener yang bawa mobil kudu profesional.


Awalnya dateng kesana kabut tebeel banget karena abis hujan, sayang banget kan udah kesitu jauh2 gak dapet view nya, malah ngehirup belerangnya doang  :(
Alhamdulillah gak gitu lama kabutnya hilang, keliatan jelas kawahnya. Subhanallah..



Lanjut perjalanan ke Ciater, tepatnya ke Sari Ater. Berendam air panas ditengah hawa Lembang yang dingin, rasanya Subhanallah banget ^^



Sudah mau maghrib waktu kita keluar dari Sari Ater. Saatnya balik ke Bandung.
Tapi sebelumnya mampir ke Pasar Malam Lembang buat cari oleh2 karena besoknya Mama, Papa, en Aby udah mau balik ke Balikpapan. Gw ndiri masih mau ngabisin jatah cuti di Bandung :D

Besoknya, selepas kepergian mereka.. #bahasanyaa :))
Gw nginep 2 malem di asramanya Dea. Memaksimalkan peranan ade nih, daripada nginep di hotel mending dwitnya buat jajan, gitu kan Dea..?? :D
Dan bener aja.. jajan di Ciwalk, BTC, & BIP sebagai gantinya -__-"

2 malam terakhir gw nginep di kostan Tri, sohib yang lagi S2 disana. Tepatnya di Gerlong Girang, daerahnya Daarut Tauhid. Tapi gak kesampaian liat Aa Gym, liat teh Ninih aja pas ikut kajian rutin Muslimah di mesjid DT. Subhanallah yak cantiknya.. natural, tanpa make up. Wajahnya teduh bagi siapa aja yang ngeliat, bacaan qur'annya maupun suaranya saat ngisi kajian keren en oks bangeett.. I'm totally in love with her, just bcoz of Allah <3


Alhamdulillah diberi kesempatan olehNya melihat sosok muslimah sejati seperti beliau.
Makasih juga buat sohib gw Tri, yang gak kalah okenya sebagai contoh muslimah sejati.. Semoga bisa seperti kalian o:-)

After all, dibalik keribetan nomaden.. cuti kali ini terasa worth bersama mereka semua.


Bandung I'm in Love,
 

 
Dhy_
Read more -