Saturday, 11 January 2014

Akan Ada Hari...

Akan ada hari
Allah menjadi saksi saat kau lingkarkan ikatan suci Mitsaqan Ghalidza dijariku yang kau pilih, walau aku tak sesempurna isteri sang Nabi

Akan ada hari
kulingkarkan pula sumpah setia dijarimu yang kupilih sebagai imamku
yang Syurga-Nya tak bisa ku masuki tanpa ridho darimu

Akan ada hari
kugelar sajadahku dan sajadahmu, kita bersujud dalam sepenggal waktu yang sama
Do'a yang terucap darimu ku aamiin-kan juga, satu shaf di belakangmu

Akan ada hari
selalu kunantikan alunan tausiyahmu sebagai pengantar tidurku
dan rasa syukur karena Dia telah memberi cinta yang kutujukan padamu

Akan ada hari
kau dengungkan Adzan dibalik daun telinga sosok mungil
yang kelak mewarisi sebagian parasku dan sebagian tingkahmu

Akan ada hari
keteladananmu akan mengiringi tugasku sebagai madrasah utama keturunan kita

Akan ada hari
kita akan melihat nisan dan memesan sepetak lahan berdampingan
untuk nanti ketika esok tak ada lagi

Akan ada hari
salah satu dari kita menghadap Ilahi, dengan pendamping hidup soleh/solehah
yang setia menemani sampai di akhir perjalanan

Dan aku akan sabar menanti
Semoga Allah mengizinkan sakinah bersamamu hadir suatu hari nanti
hingga kelak dikumpulkan kembali sampai di Syurga-Nya
 Aamiin.
Sakinah Bersamamu by Asma Nadia
Dedicated to bestie, my hubby-to-be...
..Fitrian Sanurdin <3
Read more -

Friday, 1 November 2013

Bandung (lagi), Sizta Dea Udah Jadi ST. !!

Dea wisudaa.. saatnya jalan2 ke Bandung lagii, yeaayyy \(^o^)/
Tapi sayang ade Aby gak bisa ikutan, lagi ulangan.. jadinya jagain rumah deh dia :p

Setelah 2 minggu gw di site, otomatis dapet off 4 hari.. itulah yang gw manfaatkan untuk ngabur ke Bandung.
Kalo Mom, Papa, dan mbak Icha sekeluarga (mas Panca plus Cila) direct flight ke Bandung, gw pilih kesana via Jekardah. Selain karena bukan Lion, gw bisa save setengah juta-an (lumayaan). Tapi resikonya macet weekend x_x

Depart jam 4-an sore di CGK, langsung ke counternya Cipaganti. Travelnya keluar bandara jam 5-an, tapi baru nyampe Bandung jaaamm.. 11 malem! -__-"
As we knew, traffic Jkt-Bdg kalo weekend itu emang gila2an. Tapi kalo ditambah sopirnya pasrah ditengah kemacetan (doi 'istiqomah' di jalur yang sama selama 2 jam, padahal mobil/bus lain lincah ambil2 jalur biar cepat) dan sikap cuek bebek si sopir menghadapi komplen ibu2 penumpang (mukanya datar bok!), ya begitulah jadinya.
Gw sendiri asik2 ajah, selain karena kasihan sama si sopir yang spertinya orang baru, gak tau kenapa excited aja ngeliat suasana ibukota dari dalam minibus gitu. Mungkin karena kemaren lumayan lama di site a.k.a tengah hutan, hehe..

Besok paginya Mom, Papa, Dea ke Sabuga, tempat acara wisudanya. Gw dan mbak Icha sekeluarga memilih untuk jalan2 ke Kampung Gajah sambil nunggu siang sebelum nyusul mereka ke Sabuga.


Tempat wisata satu ini gak gitu banyak pengunjungnya, padahal hari sabtu loh itu. Mungkin karena isinya kurang menarik dan cenderung panas karena minim pohon. Kecuali waterboom yg letaknya jauh dibawah (semacam lembah), disitu sejuuuk banget. Airnya pun seperti air es, brrr..
Tapi biaya masuk waterboom-nya mahal ih, renang atau gak 100rb/orang -__-
Kesimpulan selama di Kampung Gajah: kurang recommended.

Jam 12-an kita balik ke hotel, siap2 terus cuss ke Sabuga. Sampe di Sabuga mendapati banyak penjual bunga dan pernak pernik wisuda lainnya bertebaran. Seruw yak, di UnMul kemaren gak gitu deh :-|
Makin menuju gedungnya makin kelihatan penampakan mahasiswa2 yang wisuda. Lucu deh toga mereka tanpa lengan gitu, warna biru tosca pun. Anti mainstream kata Dea XD
Katanya toga yang tanpa lengan itu untuk wisuda S1, toga yang lengan pendek untuk wisuda S2, en toga lengan panjang untuk wisuda S3. Waah.. kalo gw kemaren wisuda disini artinya udah S3 yak, tapi warna toganya beda gitu :-|


Minggu pagi jalan2 ke Gasibu.. kalap si Mom belanja, murah2 banget katanya disini. Ya gitu celana santai cuman 10rb-an, kaftan 100rb-an.. dibandingkan sama Balikpapan emang jauuh :D
Siangnya ke BIP, tujuannya poto studio di Jonas (karena kemaren full booked) en makan2 di d'Cost, udang bakarnya ngangenin :3
Malemnya makan ramen di ciwalk. Lupa nama tempatnya, yang pasti gak rekomen. Ya kale ramen gak beda sama rasa Indomie kari ayam -__-

Karena senin sore Mom, papa, dan mbak Ica sekeluarga udah flight balik, paginya menyempatkan belanja di Pasar Baru untuk menuhin kuota bagasi.
Hasilnya lumayan bikin penuh muatan taxi ke bandara. Kata mbak Icha syukurlah sopir taxi Gemah Ripah gak rese', asik2 aja doi bawa taxi yang hampir overload gitu, hehe..

Dengan pulangnya mereka artinya gw juga kudu check-out dari hotel, en menumpang di kost Dea sampai kamis nanti gw balik.
Gak tau kenapa kalo ke Bandung ini rasanya kurang aja kalo gak sampai semingguan, apalagi emang ada misi kesini (baca: kulineran, shopping, nyalon, etc.) hohoho..


I'll be back,
 
 
 
Dhy_
 
Read more -

Friday, 30 August 2013

A Letter To Mom

Dear Mom,
Dhy kini sudah dewasa
Sudah ingin menentukan jalan hidup sendiri
Yang tentunya Mom mengerti Dhy mengerti
Bahwa Islam lah dasar segala tindakan
Seperti yang selama ini selalu Mom tanamkan

Mom,
Dhy sudah menetapkan hati pada satu lelaki
Yang mungkin tidak pernah Dhy bayangkan sebelumnya
Yang mungkin bukan tipe menantu ideal bagi Mom
Tapi Dhy yakin merupakan pendamping hidup yang ideal
Dia memang bukan prince charming
Dia bukan dari suku yang terkenal sebagai pekerja keras juga santun yang mungkin dibuat-buat
Dia bukan orang kalem yang biasa menyembunyikan perasaannya

Tapi Mom,
Lelaki itulah yang Dhy butuhkan dan inginkan menjadi pasangan hidup
Lelaki yang mencintai Dhy karena Allah
Lelaki yang dengan pengetahuan dan pengamalan agamanya Dhy yakin sanggup mengimami dunia akhirat
Lelaki yang dengan apa adanya dia mampu membuat Dhy senantiasa merasa nyaman
Lelaki yang mampu membuat Dhy merasa sempurna
Lelaki yang bisa mengkoreksi saat Dhy khilaf, tanpa menyalahkan
Lelaki yang dari awal kedekatan berani menyatakan komitmen
Bahkan berani menyatakannya diawal pertemuan dengan Mom dan Papa
Yang mungkin sedikit mengejutkan Mom atas tindakannya itu

Mom,
Maaf jika kita sempat berbeda pendapat dalam hal ini
Maaf jika Mom merasa Dhy mengacuhkan kata2 Mom
Tapi percayalah, Dhy mengerti perasaan Mom
Dhy berjanji akan bahagia bersamanya
Kami akan berkecukupan dengan karunia yang Allah janjikan
Kami akan termasuk golongan yang berhak ditolong Allah
Karena melaksanakan salah satu sunnah nabi-Nya yang utama

Semoga Mom bisa mengerti dan mengizinkan
Untuk segera menggenapkan separuh Dien ini bersamanya
Karena itulah kebaikan yang sangat dianjurkan oleh agama ini
Karena Dhy tidak ingin membuang waktu untuk hal-hal yang sebenarnya bisa bernilai pahala
Dan karena Dhy juga ingin keturunan Dhy nanti bisa dibesarkan
bersama-sama dengan Ibu terbaik yang pernah Dhy miliki.

 
With love,


 

Dhy_
Read more -

Tuesday, 23 July 2013

Bidadari Untuk Udin

Flashback tepat satu tahun yang lalu. Saat terbangun di tanggal 23 Juli, seseorang yang jauh disana memberi kabar ada hadiah yang sudah dia siapkan untukku di blognya. FYI, blog tersebut sekarang sudah gak ada, RIP karena ulah orang gak bertanggung jawab. Alhamdulillah 'hadiah' darinya sudah dicopy dan akan diposting ulang disini, dengan judul dan isi yang sama. Ditambah beberapa comment dari aku gakpapa yaa :D

Long time no write.. And now I'm gonna telling you guys about a couple. Love between a superfamous girl and a messy boy. I know it sounds like another million romantic love story, but it's different for me. Yeah, for me. And you, off course.. ^^
Kata superfamous sepertinya berlebihan.. But it's oke. I used to be that way, indeed :p

Dulu mereka sangat sering ketemu, bahkan mungkin setiap hari. Karena satu Fakultas, satu Program Study, tapi beda kelas. Setelah lulus kuliah duluan, Nisa kerja di satu perusahaan tambang BAPAO group. Kelak perusahaan inilah yang bikin Nisa ketemu lagi dan jatuh cinta sama Udin yang berantakan luar biasa.
Our company name dipelesetkan. LoL!

Nisa. Cewe cantik, pinter, anggota keluarga mahasiswa muslim, asisten dosen, wah pokoknya idola kampus lah. Gatau deh ni cewe pas dalem kandungan mamanya ngidam apa sampe tokcer begitu bentuknya. Setiap laki-laki di kampus pasti kenal dan mengidolakan dia. Kalo kata anak-anak sih Nisa itu bukan calon pacar tapi masuk kriteria calon istri yang sempurna. Yeap, semua laki-laki pasti setuju. Termasuk Udin.
*blushing*

Udin. Seorang cowo tulen dibesarkan di satu pulau kecil berjudul honoguagua dalam sebuah keluarga banjar yang islami, tidak tampan, berperawakan kutilang, gokil dan humoris, pandai bergaul, hobi sepakbola, renang, bilyard, catur, nonton film, dengerin musik, sampe berantem. Udin tipe cowo cuek dan urakan. Saking cueknya, dia gatau kalo banyak cewe yang suka. Tsahh.
Paragraf ini 'menjual' sekali yak, nice move!
  
Udin menganggap Nisa kayak bidadari di surganya nanti. Sejak dulu, sejak pertama kali melihatnya. Waktu itu bagi Udin, Nisa hanya bisa diimpikan tapi ngga akan pernah bisa didapatkan. Kenyataannya, Nisa juga seorang gadis biasa yang juga memimpikan bisa mendapatkan seorang pria utama yang bisa menjadi imamnya kelak.

Nisa yang aktif di organisasi maupun kuliah berbanding terbalik dengan Udin yang pasif. Nisa yang populer dan dikejar-kejar berbagai jenis lelaki baik yang buas maupun yang akhi-akhi berbanding terbalik dengan Udin yang hanya sibuk dengan dunia pergaulannya.
Hmm.. emang berbahaya sekali masa2 itu. Alhamdulillah masih dalam perlindunganNya :)
Intinya dulu Udin minder dan keki buat mendekati Nisa. Tak pantas lah. Seringkali Udin berpapasan dengan Nisa di kampus, tapi Udin pasti akan memilih jalan yang lain karena dengan senyuman manis dipadu ama kata sapa "hai" aja pasti bakal bikin Udin meriang seharian. Udin hanya bisa mengagumi dari jauh, mendengar cerita-cerita tentang Nisa, bahkan cuman bisa nyimpen satu-satunya foto Nisa pemberian dari temen sekelasnya. Kelak Udin menyesali satu hal, kenapa gak dari dulu Udin mendekati Nisa.
Allah menetapkan segala sesuatu indah pada waktunya. Maha suci Allah yang telah menunjukkan jalanku kepadamu :)
Seperti yang udah gue ceritain sebelumnya, Udin dan Nisa bergabung di perusahaan yang sama namun berbeda lokasi kerja.

Waktu itu siang hari, Udin baru balik dari lapangan. Di office sambil minum chococcino, Udin menerima chat di Ym!

Nee_Sha@yahoo.com : Aslkm. Udin, lagi di site kan ? Aku minggu depan mau kesana, ada project. ^^

udin@yahoo.com : Wass. Owh mau kesini. sip sip, ada Gepe juga disini kan jadi banyak temen. Bang Adon sama Mba Yessi juga ada.
Nama2 teman kampus dulu juga dipelesetkan demi kenyamanan yang bersangkutan :D

Nee_Sha@yahoo.com : Iyaa, cuman mau mastiin temen-temen yang ada disana, siapatau diajak jalan2. :D

udin@yahoo.com : Wahahaha, okesip ditunggu deh. :)


Seminggu kemudian tim dari Nisa dan temen-temennya dateng ke lokasi Udin. Dan untuk pertama kalinya Udin ketemu lagi sama Nisa setelah sekian lama. Nisa lebih kurus sekarang, lebih tenang, lebih dewasa. Udin udah ngga meriang lagi kok, tapi tetep masih malu-malu meong. Selama Nisa disana, mereka ga pernah jalan, makan bareng, atau apalah yang biasa orang-orang lakukan pas pedekate. Mereka hanya bertegur sapa dan saling bercerita via Ym!.
Thanks to Yahoo Messenger! Karena saat itu kita emang gak punya nomer hape masing2 :p 

Setelah itu mereka intens bertukar pemikiran, sharing dalam hal apapun, iya mereka cocok. Ketika Nisa akan umroh bersama keluarganya, dia sempat pamit sama Udin. Udin pun hanya bisa titip doa disana, syukur-syukur dibawain air zamzam (ternyata Udin dikasih gantungan kunci ka'bah). Di bulan itu juga Udin kehilangan wanita yang paling dicintainya di muka bumi. Mama Udin hanya berpesan, lekaslah menikah supaya ada yang mengurusmu, siapapun gadis pilihanmu, Mama restui asalkan Muslimah dan sayang kepadamu. Ngga ada wanita lain yang bisa Udin bayangkan untuk jadi istrinya selain Nisa. Sejak itu Udin serius dan bertekad untuk menikahi Nisa.
*Happy *sad *melting 


Udin menyatakan segala hal yang ada dalam hatinya kepada Nisa. Tentang kehidupannya, tentang rencananya, tentang masa depannya. Nisa tentu sadar dengan segala pertimbangannya baik dari segi agama, keluarga, sifat, fisik, dan lain-lain untuk menerima atau menolak Udin menjadi calon imamnya.



Udin dengan segala bekal yang dimilikinya telah menetapkan hati untuk Nisa seorang, menjadi imam baginya, pelindung, teman dalam keadaan apapun serta menjadi teladan bagi anak-anak mereka nanti. Udin telah menetapkan hatinya akan mengambil tanggung jawab atas Nisa dari orangtuanya baik di dunia maupun untuk akhiratnya.
*speechless*

Insya Allah. Apapun itu jika atas dasar niat untuk menjalankan perintah Allah, pasti akan dimudahkan dan dilapangkan jalannya. Mintalah kepada-Ku kata Allah, maka niscaya akan Kuberi. Karena Allah maha pengasih dan maha penyayang, hanya kepada-Nya lah kita berserah diri, berdoa dan meminta pertolongan.


Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi kalian biar ngga cuman ngejar bidadari buat dunia, tapi juga buat akhiratmu.

Dedicated to DYD, Ana Uhibbukhi Fillah. :)

Happy birthday. Barakallah umurnya, selalu diberikan kesehatan, hidayah, dan iman yang kuat, rizki yang lancar, membanggakan orangtua, dan menjalani serta menikmati hidup di jalan-Nya. Aamiin ya Robb.
..Then I relized he is the one..
Ana Uhibbuka fillah,




Dhy_ 
Read more -

Monday, 1 July 2013

Allah Knows Best

اللهُمَّ لا سَهْلَ إلا مَا جَعَلتَهُ سَهْلا وَ أنتَ تَجْعَلُ الحزْنَ إذا شِئْتَ سَهْلا
“Allahummaa laa sahla illa ma ja’altahu sahla, wa ‘anta taj-alul hazna idha shi’ta sahla..”
 
“O Allaah. There is nothing easy except what You make easy, and You make the difficult easy if it be Your Will..”


Allah Maha Berkehendak
Allah Maha Tahu Apa Yang Terbaik bagi hamba-Nya

Apa..

Kapan..

Siapa..

Dimana..

Bagaimana..

Allah bukan tidak memberi
Ia hanya menunda..
Menunda untuk memberi yang terbaik
Seseorang yang terbaik 
Di waktu yang terbaik
Dan Ia tak pernah sekalipun mengingkari janji
 
Just believe in Allah’s perfect timing.


Repost from Meutya-Halida
Be patient,



Dhy_


Read more -